Month: March 2021

Kunjungi Wisata Anti-mainstream di Jepang

Apakah kalian pernah mendengar atau bahkan sering mendengar tentang keindahan yang ada di Negara Jepang ini? Negara yang memiliki kedisiplinan dan juga memiliki keindahan bunga sakura setiap tahunnya. Meskipun disana memiliki destinasi wisata yang menakjubkan ternyata Jepang juga memiliki wisata yang anti mainstream juga lho dan masih banyak orang yang belum mengetahui wisata anti mainstream tersebut. Berikut adalah wisata anti mainstream yang ada di Jepang yang bisa kalian kunjungi pada saat kalian berlibur ke Jepang.

Geibikei Gorge (Geibi Gorge)

Geibikei Gorge atau panggilan singkatnya Geibi Gorge ini tempat wisata yang ada di Nagasaka Azamachi, Higashiyama-cho, Ichinoseki. Ini adalah salah satu tempat wisata anti mainstream di Jepang! Karena, pengunjung akan berwisata naik perahu melihat pemandangan indah berlayar di sungai Satetsu yang sisi kanan kirinya adalah tebing yang tinggi. Kalau di Indonesia wisata seperti ini bisa dinikmati di situs tangkasnet Green Canyon, Pangandaran, nah kalau di Jepang kalian bisa ke Geibi Gorge. Jadi apa saja sih yang bisa kita nikmati di Geibi Gorge, destinasi wisata anti mainstream di Jepang ini?

  • Pertama, kalian akan diajak berlayar naik perahu selama 90 menit. Lalu kalian akan diajak lebih dekat melihat batu batu setinggi 50 meter yang ditumbuhi berbagai jenis tumbuhan.
  • Kedua kalian bisa memberi makan ikan ikan yang ada di sungai, ikan ikan di sungai Satetsu ini sangat terlihat karena air sungainya yang sangat jernih. Oh Ya kalian tidak perlu takut saat kecebur di sungai, karena sungainya dangkal lho! Kedalamannya hanya sepinggang orang dewasa.
  • Ketiga, selama perjalanan kalian akan mendengarkan lagu klasik jepang yang berjudul Geibi Oiwake. Dan selama perjalanan kalian tidak akan merasa bosan, karena nahkoda akan terus berbicara menceritakan Geibi Gorge dan melempar lelucon lelucon.
  • Keempat, ditengah perjalanan nanti perahu akan berhenti, dan kita akan diajak turun dari perahu untuk menguji keberuntungan kita. Jadi tepi sungai telah tersedia undama yakni batu keberuntungan yang dijual 100 yen untuk 5 batu.

Dimasing-masing undama terdapat tulisan kanji yang mewakili permohonan kita, seperti kesusesan, percintaan, dll. Lalu kalian bisa melemparkan batu tersebut kedalam lubang batu yang adanya di seberang sungai. Dipercaya barang siapa yang dapat mencapai target masuk batu tersebut kedalam lubang, maka permohonan akan terkabul.

Yamadera – Kuil di atas Gunung

Nah! Yamadera. Yamadera atau dikenal dengan Risshaku Ji adalah kuil yang terkenal dengan keindahan pemandangannya. Arti kata ‘Yamadera’ sendiri dalam bahasa jepang adalah ‘Kuil di atas Gunung’. Disini kita bisa melihat deretan pegunungan Yamagata yang sangat indah. Kuil ini dibangun sejak tahun 860, disini juga kita bisa belajar perkembangan agama Buddha di Jepang dan sejarah kota Yamagata. Tapi, kalian harus mendaki kurang lebih 30 menit sebelum sampai ke kuil di atas gunung ini.

Kalau kalian tidak kuat mendaki, tenang! kalian tetap bisa kunjungi kuil kuil yang ada di bawah yang tidak perlu untuk mendaki. Jadi, tak akan kecewa deh bila memang terpaksa harus gagal mampir ke destinasi wisata anti mainstream di Jepang yang satu ini. Nah kalau kalian yang berani dan kuat untuk mendaki, di tengah perjalanan nanti kalian akan melihat Gerbang Niomon dan Mida Hora. Disini kalian sudah bisa melihat pemandangan yang indah. Jika kalian melanjutkan pendakian, nanti kalian akan sampai di Aula Godaido, ini adalah titik tertinggi dari kuil Yamadera. Disini kita bisa melihat panorama yang sangat indah.

Ngarai Naruko Gorge

Ngarai Naruko Gorge adalah salah satu tempat dimana kita bisa menyaksikan pemandangan  musim gugur di Tohoku. Kalau kalian berkunjung ke Jepang di pertengahan bulan Oktober hingga bulan November, kalian wajib banget berkunjung ke tempat ini!

Selain bisa menyaksikan musim gugur, disini juga ada Lembah Naruko. Lembah ini terbentang di tepi jalan sepanjang 2 kilometer dari timur ke barat. kalian juga bisa foto di atas jembatan Fukazawa, disini kalian bisa melihat seluruh sisi pemandangan! Seru banget ya. Untuk kalian yang suka tantangan, kalian bisa menyusuri trek ke Tepi Sungai Oyakawa, waktu yang ditempuh kurang lebih 45 menit. Disini kalian harus melewati anak tangga yang agak curam agar sampai ke tepi sungai. Nah sepanjang perjalanan trek banyak banget spot foto yang tidak kalah indahnya.

Tottori Sand Dunes

Tottori Sand Dunes adalah gumuk pasir di Jepang. Iya, objek wisata gumuk pasir ini memang belum terlalu populer bagi sebagian orang. Biasanya orang jepang menyebut tempat wisata ini Tottori Sakyu. Disini kalian bisa merasakan Jepang rasa Timur Tengah. Jadi Tottori Sand Dunes ini adalah gumuk pasir yang terbentuk secara alami. Proses pembentukan nya sendiri terbilang panjang. Dimulai dari pasir sungai Sendai yang terbawa arus hingga menumpuk di bibir pantai tottori, yang kemudian menumpuk ribuan tahun hingga jadilah gumuk pasir yang tinggi, hingga mencakup area seluas 16 kilometer ini.

Disini, kalian bisa merasakan sandboarding di gumuk pasir. Dan jika kalian lelah menyusuri bukit, kalian bisa sewa unta kok. Ongkosnya hanya sekitar 1200 yen/orang loh! Kapan lagi bisa naik unta di negeri sakura? Sungguh Destinasi Wisata Anti Mainstream Di Jepang yang menarik dan patut untuk dikunjungi bukan?

Wakayama Nachi Falls

Kalau kalian sedang mencari air terjun tertinggi yang ada di Jepang, maka Wakayama Falls lah jawabannya. Sesuai namanya, air terjun ini berada di kaki gunung Nachi, dan terletak sekitar 133 meter dari permukaan pijakan air kolamnya.

Berkat ketinggiannya, bunyi hantaman air yang menerpa bebatuan yang ada di bawah air terjun dapat kita dengar dari kejauhan. Dan pada situasi normal, kita sudah bisa merasakan percikan air dari radius 40 meter dengan intensitas normal. Selain terkenal indah, destinasi wisata anti mainstream di Jepang yang satu ini merupakan salah satu wisata religi bagi pemeluk agama Budha loh! Namun tentunya, kalian harus sedikit bergeser ke Kuil Kumano Hongu Taisha terlebih dahulu ya!

Amanohashidate 

Destinasi wisata anti mainstream di Jepang yang satu ini berada d sebelah utara kota Kyoto. Atau lebih tepatnya, 125 Km dari Kyoto, dan dapat ditempuh dalam kurun waktu 2 jam bila kalian menggunakan kereta dari Kyoto ataupun Osaka. Di destinasi wisata ini, kalian dapat menjumpai Amanohashidate Sandbar atau gosong pasir. Seperti yang kita tahu, untuk membentuk daratan yang berada di tengah laut secara alami, agaknya akan memakan waktu hingga ratusan tahun. Uniknya, gosong pasir Amanohashidate ini tidak ada duanya di negeri sakura. Keren banget kan?

Selain unik, pemandangan yang dapat dilihat dari tepi daratan utama ke arah lautnya juga cukup menakjubkan. Betapa tidak? Dari sini, kalian dapat langsung melihat gundukan gosong pasir tadi yang seolah berujung di langit. Oleh karenanya tak mengherankan, bila tempat ini dijuluki “jembatan menuju ke langit” oleh penduduk lokal. Serunya lagi, kini kalian bias mengamati indahnya Amanohashidate dari kereta gantung! Ingin melihatnya secara langsung di musim liburan nanti? Rencanakan moment liburan kalian ke destinasi wisata Anti Mainstream di Jepang ini.

Spot Foto Instagramable di Jepang

Apakah kalian berencana untuk berlibur ke Jepang? Kalian wajib banget untuk mampir ke satu kota yang paling terfavorit yang ada di Jepang, yaitu Tokyo. Jika kalian ke Tokyo kalian tidak hanya menemukan gedung gedung pencakar langit saja, tapi kalian akan bisa menemukan cafe, museum, kuil, dan juga banyak sekali spot foto yang sangat instagramable lainnya. Hal ini sangat menarik untuk kalian yang sangat mencintai foto foto lalu mengunggahnya ke sosial media kalian.

Apakah kalian penasaran dengan spot foto yang paling instagramable di Jepang yang bisa kalian jadikan spot foto favorit kalian. Berikut ini beberapa lokasi foto yang wajib banget kalian kunjungi jika kalian ke Jepang, Tokyo.

Shibuya Crossing Intersection

Jika kalian jalan-jalan ke Jepang tidak akan lengkap jika kalian tidak foto di Shibuya Crossing Intersection atau Scramble Crossing yang letaknya berada di dekat Stasiun JR Shibuya. Persimpangan jalan di Tokyo yang satu ini  sangat terkenal dan juga sangat sering digunakan sebagai spot foto yang sangat instagramable dan juga dijadikan lokasi syuting oleh orang lokal maupun dari luar negara sekalipun. Tokyo sebagai satu kota yang paling padat di dunia, kalian bisa melihat ratusan hingga ribuan orang menyebrang jalan dari berbagai penjuru yang ada di jalanan tersebut setiap hari nya bahkan setiap detiknya pun kalian akan melihat kepadatan kota Tokyo, dari yang pulang kerja, pulang hangout dan lain lainnya.

Yang membuatnya sangat menarik untuk foto pada spot itu karena adanya banyak orang berlalu-lalang di Shibuya Crossing. Jika kalian ingin mendapatkan foto banyak orang yang sedang memenuhi persimpangan, kalian bisa datang ketika hari jumat atau ga hari sabtu. Pada malam harinya pun spot foto ini tetap menjadi instagramable. Mag’s Park, sebuah rooftop yang berada di atas Shibuya 109-2 department store, lokasi ini menjadi tempat yang paling terbaik untuk menjadi tempat berfoto kalian selain kalian bisa menjadikannya spot foto kalian juga bisa melihat pemandangan yang sangat indah dari ketinggian gedung tersebut.

Gunung Fuji

Di hari yang cerah, kalian dapat memotret gunung tertinggi di Jepang hampir dari semua sudut di Kawaguchiko. Kemungkinannya adalah, kalian akan menyadari bahwa semua orang berduyun-duyun pergi ke Natural Living Centre untuk berfoto, karena bus antar-jemput wisata akan membawa kalian ke sana. 

Tetapi menurut pengalaman, Kawaguchiko paling bagus dinikmati dengan road trip, dan tempat indah lain yang dapat kalian lihat sebagai ikon Jepang adalah Pagoda Chureito (bahkan ada tempat fotografi khusus) setelah naik 396 anak tangga, kalian akan sampai! Sudah siap untuk tantangannya? Jika kalian berniat datang ke Jepang lalu ingin berfoto di Gunung Fuji kalian bisa ke alamat 3353-1 Arakura, Fujiyoshida, Yamanashi Prefecture 403-0011, Japan. Jam operasional nya 24 jam jadi kalian bebas mau datang jam berapa saja sekalipun dan juga biaya yang harus kalian keluarkan gratis.

Kuil Sensoji – Asakusa

Asakusa adalah salah satu wilayah tertua di Tokyo, dan daya tariknya yang paling ikonik adalah Sensoji yang juga merupakan kuil tertua di Tokyo. Seluruh kompleksnya sangat besar diapit oleh lentera besar, lukisan langit-langit yang indah dan patung dewa juga dekat dengan pengalaman budaya tradisional seperti yang ada di kota modern seperti Tokyo. Saat semua orang berjuang di lalu-lalang kerumunan untuk mengambil foto selfie yang sempurna di depan lentera raksasa pintu masuk utama, sebagai gantinya cobalah memotret dari atas Asakusa Tourist Culture Information Center yang tepat berada di seberangnya. Selain bisa memotret pemandangan dari atas tanpa berdesak-desakan dengan turis lain, kalian bahkan dapat menyaksikan matahari terbenam dengan latar Tokyo Skytree di belakang!

Jika kalian datang ke Jepang jangan lupa untuk ke Kuil Sensoji Asakusa yang beralamat di 2-18-9 Kaminarimon, Taito-ku, Tokyo 111-0034, Japan Jam Operasional untuk kalian datang berkunjung ke kuil tersebut Setiap hari pukul 09.00 sampai 22.00. Biaya yang harus kalian keluarkan untuk wisata atau spot foto ini adalah Gratis.

Menara Tokyo

Kalian tidak akan melewatkan Menara Tokyo bahkan dari puluhan mil jauhnya. Ini adalah Menara Eiffel Paris ala Jepang dan dapat diabadikan dalam berbagai cara, biasanya di salah satu dari sekian banyak observatorium skydeck di sekitar ibukota. Tapi jangan malu dan silakan berpose untuk mendapat sebuah bidikan yang lebih dinamis! Keindahannya layak untuk menjadi pusat perhatian dalam foto kalian. kalian bisa datang untuk melihat Menara Tokyo yang beralamatkan 4 Chome-2-8 Shibakoen, Minato City, Tokyo 105-0011, Japan.

Festival Shibazakura Gunung Fuji

Pemandangan hamparan seluas 800.000 meter shibazakura (bunga moss merah muda) sama megahnya dengan Gunung Fuji yang disandingkan di latar belakang. Festival Shibazakura berlangsung setiap tahun mulai pertengahan April hingga akhir Mei di dekat Danau Lima Fuji, dengan lapangan festival luas yang dilengkapi kedai makanan, kafe, pertunjukan, dan banyak sekali spot berfoto. Bahkan ada kolam pijat kaki untuk merendam kaki kalian, sekaligus menikmati lanskap berwarna biru, pink, dan hijau! 

Kalian tidak akan bosan menghabiskan sepanjang hari di sini memotret di antara bunga moss merah muda, atau dari dek observatorium (yang mirip jembatan). Lokasi tersebut beralamat di 212 Motusu, Fujikawaguchiko, Minamitsuru Yamanashi, Japan 401-0337. Jam Operasional untuk kalian berkunjung pada saat mulai pertengahan April hingga akhir Mei dari pukul 08.00 hingga 17.00. Biaya yang kalian harus dikeluarkan untuk ke Festival Shibazakura Gunung Fuji sekitar ¥600 kalau dirupiahkan sekitar Rp 78.899 (kurs akan terus berubah sewaktu-waktu) untuk dewasa (¥250 untuk anak-anak) jika dirupiahkan sekitar Rp 32.872 (kurs akan terus berubah sewaktu-waktu).

Kuil Hie

Suasana Kyoto, tanpa datang ke Kyoto?! Jangan khawatir jika kalian tidak dapat pergi ke Kyoto untuk melihat Kuil Fushimi Inari yang terkenal dan 1.000 gerbang torii-nya. Mata yang tidak tajam dapat dengan mudah mengira Kuil Hie Tokyo adalah Kyoto! Bahkan, tangga yang terjal dan sempit mungkin akan menambah dimensi yang lebih mengagumkan untuk foto kalian.

Kuil dewa Gunung Hie, yang dikenal sebagai Oyakamui-no-kami, hanya berjarak tiga menit berjalan kaki dari Stasiun Akasaka di Tokyo Metro Chiyoda Line. Bagian terbaiknya? Kuil ini tidak ramai!  Alamat ketika kalian ingin datang mengunjungi lokasi tersebut berada di 2-10-5 Nagatacho, Chiyoda-ku, Tokyo 100-0014, Japan. Jam Operasional dari pukul 05.00 hingga pukul 18.00 (April hingga September), pukul 06.00 hingga pukul 17.00 (Oktober hingga Maret). Biaya yang harus kalian keluarkan itu Gratis.

Taman Rikugien

Tokyo memiliki banyak tempat untuk menyaksikan bunga sakura, tetapi satu lagi yang mungkin tidak diketahui adalah Taman Rikugien – taman lanskap indah yang sudah ada sejak tahun 1700. Secara harfiah artinya diterjemahkan menjadi “taman enam puisi”, karena seluruh kompleksnya merupakan perwujudan kembali dari 88 pemandangan dari puisi-puisi terkenal ini. 

Taman Rikugien mungkin bahkan lebih terkenal sebagai tempat nongkrong di musim gugur untuk melihat dedaunan runtuh. Dari akhir November hingga awal Desember setiap tahun, setelah matahari terbenam taman ini gemerlap dan menciptakan pemandangan malam yang spektakuler. Sepertinya taman ini tidak hanya menjadi daya tarik di siang hari! Alamat untuk kalian datang melihatnya langsung berada di 6 Chome-16-3 Honkomagome, Bunkyo City, Tokyo 113-0021, Japan. Jam Operasional dari pukul 09.00 hingga pukul 17.00. Biaya yang harus kalian keluarkan sekitar ¥300 kalau dirupiahkan sekitar Rp. 39,457 (kurs akan terus berubah sewaktu-waktu).

Aturan Makan Orang yang ada di Jepang

Orang Jepang akan sangat memperhatikan cara makan yang siapa saja lakukan sebab ini adalah termasuk budaya atau tradisi yang mereka miliki dan sudah pasti mereka terapkan. Tata cara makan orang Jepang ini cukup unik dan sangat berbeda dengan tata cara makan dari negara lainnya. Setiap hal yang dilakukan orang jepang dan perlengkapan yang mereka gunakan memiliki nilai filosofis yang tinggi. Maka tidak heran kalau kalian melihat orang Jepang saat makan akan tampak rapi dan juga tertib.

Bagi kalian yang belum pernah makan bersama orang Jepang, sebaiknya kalian mulai mempelajari tata krama situs slot mpo selama kalian berada di meja makan. Oleh sebab itu undangan makan bersama bagi orang Jepang adalah sebuah kehormatan yang sangat penting. Cara makan orang Jepang sebenarnya itu tidak rumit apabila kalian mau mempelajari nya secara perlahan dan seksama. Bagi orang Jepang, makan bukan hanya soal kenyang saja, tetapi juga bagaimana kalian mensyukuri setiap makanan yang masuk ke mulut dan juga perut kalian.

Shoku Bunka, Budaya Makan yang ada di Jepang

Dalam kebudayaan yang ada di Jepang sudah dikenal dengan istilah “shoku bunka”, yaitu shoku yang artinya makanan dan bunka yang artinya budaya. Sebab memang makanan bagi negara Jepang itu adalah alat untuk mereka memperkenalkan kebudayaan yang ada di jepang serta jati diri mereka. Di era globalisasi ini, kebudayaan makan mereka lakukan saat tradisi tradisional itu tidak kalah dengan budaya makan modernisasi. Justru sebaliknya, negara ini semakin menunjukkan keunikan yang mereka miliki.

Dilihat dari jenis makanannya yang mereka sajikan, setiap hidangan yang berasal dari Jepang memiliki sebutannya masing-masing. Secara umum ada beberapa tipe, yaitu “honzen ryouri” makanan yang akan disajikan pada nampan yang berkaki khusus di acara formal, “chakaiseki ryouri” hidangan yang akan disajikan sebelum upacara minum teh, dan “kaiseki ryori” hidangan pada saat pesta atau yang biasa berada di restoran Jepang. Namun ada dua jenis makanan yang lainnya, yaitu “osechi ryouri” hidangan yang disajikan pada saat tahun baru dan “shoujin ryouri” makanan vegetarian bagi umat Buddha.

Table Manner Dasar Orang Jepang

Berbicara mengenai cara makan, maka hal itu tidak bisa lepas dari istilah “table manner”. Ini ada beberapa serangkaian aturan dan juga prinsip yang ada tentang bagaimana seseorang harus berperilaku di meja makan saat mulai makan, mulai dari cara makan hingga bagaimana menggunakan perlengkapannya. Cara makan untuk orang Jepang itu ada aturan khususnya, dan ada beberapa diantaranya sebagai berikut :

  • Ucapkan Itadakimasu : Sebelum kalian mulai menyantap hidangan yang ada di atas meja, orang Jepang itu akan selalu mengucapkan “itadakimasu” sebagai bentuk syukur atas makanan yang ada di hadapan mereka. Sejak sedari kecil orang-orang yang berada di negara Jepang sudah dibiasakan untuk mengungkapkan rasa terima kasihnya terhadap hidangan yang akan mereka makan, termasuk sebelum mereka mulai makan. Ada pula yang menganggap bahwa ucapan ini sebagai ungkapan kata “selamat makan”. Apapun tujuannya yang dimiliki orang Jepang, orang jepang tidak akan langsung melahap makanan yang ada di meja makan.
  • Jangan Menggosok Sumpit : Semua orang sudah tahu kalau sumpit adalah alat makan yang akan digunakan di negara Jepang. Dalam menggunakan sumpit ada sejumlah etikanya yang dimiliki di berbagai negara, termasuk untuk tidak boleh menggosok kedua sumpit yang akan mereka gunakan. Jika mereka diberi sumpit dari bambu, jangan digosok setelah kalian pisahkan sebab itu artinya kalian menganggap sumpit tersebut murahan.
  • Taruh Sumpit pada Tempatnya : Aturan lain yang harus kalian perhatikan dari penggunaan sumpit adalah pada penempatannya. Di atas meja biasanya ada benda yang khusus untuk digunakan mereka menaruh sumpit yang mereka gunakan, bisa berupa sebuah tatakan, balok kecil, atau pembungkus sumpit yang sudah dilipat. Taruh sumpit pada tempat tersebut apabila kalian sedang tidak digunakan. Akan tidak sopan jika kalian menggigit sumpit jika tidak ada makanan yang ada di sumpit atau menggerak-gerakkan sumpit pada saat kalian mengobrol.
  • Perhatikan Posisi Mangkuk dan Sumpit : Orang Jepang akan sangat sensitif dengan posisi sumpit pada saat mereka sedang makan. Jangan sekali kali kalian menancapkan sumpit di atas mangkuk yang ada nasinya meskipun hanya sebentar saja. Karena posisi ini dinamakan “tate-bashi” dan hanya akan dilakukan pada saat prosesi pemakaman saja. Ada juga pada posisi melintang atau “watashi-bashi”. Sumpit yang ditaruh dengan cara melintang di atas piring atau mangkuk menandakan bahwa seseorang sudah selesai makan.
  • Habiskan Makanan yang Diambil : Jika kalian memperhatikan cara makan orang Jepang, maka kalian tidak akan melihat ada sisa makanan yang ada di piring atau di mangkuk mereka. Sebab orang Jepang sudah dididik untuk selalu menghabiskan makanan yang mereka makan. Itulah sebabnya orang Jepang akan makan menggunakan mangkuk dan piring yang kecil agar mereka mengambil makanan sedikit demi sedikit hingga habis dan merasa ini sudah cukup.
  • Ucapkan Gochisousama Deshita : di akhiri dengan sesi makan mengucapkan kata “gochisousama deshita”. Kata ini selalu di ungkapan rasa terima kasih kepada tuan rumah yang telah menjamu mereka atau kepada pelayan yang ada di restoran yang telah memberikan pelayaran sebaik mungkin kepada mereka. Ucapan tersebut tidak dipandang sebagai basa-basi saja, melainkan sebuah apresiasi yang mereka berikan.

Kebiasaan Lain Orang Jepang Pada Saat Makan

Jika melanjutkan pembahasan cara makan orang Jepang yang sudah dibahas di atas, masih ada beberapa rangkaian table manner  lainnya yang ada di Jepang. Dibawah ini adalah beberapa penjelasan singkat mengenai sikap dan juga kebiasaan orang Jepang pada saat makan. Bagi yang belum terbiasa mungkin saja butuh latihan agar kalian dapat melakukannya dengan cara yang benar.

  • Duduk di Atas Bantal : Ruang makan yang ada di restoran di Jepang pada umumnya akan beralaskan tatami dan juga menggunakan meja yang kecil. Orang-orang akan duduk di atas bantal kecil yang ada di restoran tersebut. Posisi duduk yang ada dalam acara makan formal dinamakan “seiza”. Namun posisi yang seperti ini memang sangat kurang nyaman jika kalian berlama-lama sehingga pada laki-laki bisa akan duduk dengan cara bersila dan pada perempuan akan menempatkan kakinya pada salah satu sisi agar terlihat agak santai.
  • Membersihkan Tangan dengan Oshibori : Kebersihan juga merupakan suatu hal yang sangat diperhatikan oleh orang Jepang. Sebelum mereka memulai makan mereka akan membersihkan tangan nya terlebih dulu dengan handuk hangat yang disebut “oshibori”. Ingat, yang harus kalian ingat bahwa handuk ini tidak boleh digunakan untuk wajah kalian apalagi untuk mengelap keringat. Handuk ini akan digunakan lagi untuk mereka mengelap tangan lagi jika makan sudah selesai.